Badan Usaha/ Pelaku Usaha pengolahan/ Pelaku Usaha pusat logistik/ Pelaku Usaha jasa pada Kawasan Ekonomi Khusus menyampaikan data pendayagunaan IT Inventory paling sedikit meliputi elemen data sebagai berikut:
1. Data Pemasukan Barang
a. Jenis dokumen pemasukan
Jenis dokumen pemasukan dapat berupa PPKEK, PPFTZ02, BC 2.7, dokumen perpindahan barang antar-Pelaku Usaha dalam satu KEK yang berfungsi sebagai surat jalan, purchase order, dokumen cukai, dan dokumen jenis lainnya.
b. Nomor pendaftaran dokumen
Nomor dokumen sebagaimana dimaksud pada huruf a).
c. Tanggal dokumen
Tanggal dokumen sebagaimana dimaksud pada huruf a) dengan format DD/MM/YYYY.
d. Nomor bukti penerimaan barang
Nomor dokumen dan atau surat internal Badan Usaha sebagai bukti penerimaan barang atas yang dimasukkan dan diterima di lokasi penyimpanan Badan Usaha.
e. Tanggal bukti penerimaan barang
Tanggal dokumen dan atau surat internal Badan Usaha sebagai bukti penerimaan barang atas yang dimasukkan dan diterima di lokasi penyimpanan Badan Usaha dengan format DD/MM/YYYY.
f. Pengirim barang
Nama pemasok barang, dalam hal barang berasal dari luar daerah pabean atau nama pengirim barang, dalam hal barang berasal dari tempat lain dalam daerah pabean atau kawasan berfasilitas lainnya.
g. Kode barang
Kode barang yang dibuat oleh Badan Usaha untuk setiap jenis barang yang berbeda. Kode barang ini menjadi salah satu elemen data utama untuk menelusuri keterkaitan dalam setiap proses mutasi barang.
h. Kategori barang
Kategori barang, yakni barang modal, mesin, peralatan, dan barang sisa/scrap.
i. Nama barang
Nama setiap jenis barang yang berbeda sesuai dengan kode barang, dapat dipahami secara jelas dan bukan merupakan singkatan atau penamaan yang hanya dipahami oleh internal. Nama barang ini menjadi salah satu elemen data utama untuk menelusuri keterkaitan dalam setiap proses mutasi barang.
j. Satuan barang
Satuan barang untuk setiap jenis barang yang dimasukkan ke lokasi penyimpanan Badan Usaha sesuai yang tercantum dalam dokumen pabean (contoh: kilogram, gram, dan atau meter).
k. Jumlah barang
Jumlah barang untuk setiap jenis barang dan satuan barang yang tercantum dalam dokumen pabean yang dimasukkan ke lokasi penyimpanan Badan Usaha.
2. Data Pengeluaran Barang
a. Jenis dokumen pengeluaran Jenis dokumen pabean pengeluaran dapat berupa PPKEK, BC 2.7, dokumen perpindahan barang antar-Pelaku Usaha dalam satu KEK yang berfungsi sebagai surat jalan, purchase order, dokumen cukai, dan dokumen jenis lainnya.
b. Nomor pendaftaran dokumen
Nomor dokumen sebagaimana dimaksud pada huruf a).
c. Tanggal dokumen
Tanggal dokumen sebagaimana dimaksud pada huruf a) dengan format DD/MM/YYYY.
d. Nomor bukti pengeluaran barang
Nomor dokumen dan atau surat internal Badan Usaha sebagai bukti pengeluaran barang dari lokasi penyimpanan Badan Usaha.
e. Tanggal bukti pengeluaran barang
Tanggal dokumen dan atau surat internal Badan Usaha sebagai bukti pengeluaran barang dari lokasi penyimpanan Badan Usaha dengan format DD/MM/YYYY.
f. Penerima barang
Nama penerima barang atas barang yang dikeluarkan dari lokasi penyimpanan Badan Usaha.
g. Kode barang
Kode barang yang dibuat oleh Badan Usaha untuk setiap jenis barang yang berbeda. Kode barang ini menjadi salah satu elemen data utama untuk menelusuri keterkaitan dalam setiap proses mutasi barang.
h. Kategori barang
Kategori barang, yakni barang modal, mesin, peralatan, dan barang sisa/scrap.
i. Nama barang
Nama setiap jenis barang yang berbeda sesuai dengan kode barang, dapat dipahami secara jelas dan bukan merupakan singkatan atau penamaan yang hanya dipahami oleh internal Badan Usaha. Nama barang ini menjadi salah satu elemen data utama untuk menelusuri keterkaitan dalam setiap proses mutasi barang.
j. Satuan barang
Satuan barang untuk setiap jenis barang yang dikeluarkan dari lokasi penyimpanan Badan Usaha sesuai yang tercantum dalam dokumen pabean (contoh: kilogram, gram, dan atau meter).
k. Jumlah barang Jumlah barang untuk setiap jenis barang dan satuan barang yang tercantum dalam dokumen pabean yang dikeluarkan dari lokasi penyimpanan Badan Usaha.
3. Data Stock Opname
a. Tanggal pelaksanaan
Tanggal pelaksanaan kegiatan stock opname oleh Badan Usaha.
b. Kode barang
Kode barang yang dibuat oleh Badan Usaha untuk setiap jenis barang yang berbeda. Kode barang ini menjadi salah satu elemen data utama untuk menelusuri keterkaitan dalam setiap proses mutasi barang.
c. Kategori barang
Kategori barang, yakni barang modal, mesin, peralatan, dan barang sisa/scrap.
d. Nama barang
Nama setiap jenis barang yang berbeda sesuai dengan kode barang, dapat dipahami secara jelas dan bukan merupakan singkatan atau penamaan yang hanya dipahami oleh Badan Usaha. Nama barang ini menjadi salah satu elemen data utama untuk menelusuri keterkaitan dalam setiap proses mutasi barang.
e. Satuan barang
Satuan barang untuk setiap jenis barang yang kedapatan pada saat kegiatan stock opname (contoh: kilogram, gram, dan atau meter).
f. Jumlah barang
Jumlah barang untuk setiap jenis barang dan satuan barang yang kedapatan pada saat kegiatan stock opname.
g. Keterangan
Dapat berupa keterangan apapun selain data yang ada.
4. Data Adjustment
a. Tanggal adjustment
Tanggal pelaksanaan kegiatan adjustment oleh Badan Usaha.
b. Kode barang
Kode barang yang dibuat oleh Badan Usaha untuk setiap jenis barang yang berbeda. Kode barang ini menjadi salah satu elemen data utama untuk menelusuri keterkaitan dalam setiap proses mutasi barang.
c. Kategori barang
Kategori barang, yakni barang modal, mesin, peralatan, dan barang sisa/scrap.
d. Nama barang
Nama setiap jenis barang yang berbeda sesuai dengan kode barang, dapat dipahami secara jelas dan bukan merupakan singkatan atau penamaan yang hanya dipahami oleh Badan Usaha. Nama barang ini menjadi salah satu elemen data utama untuk menelusuri keterkaitan dalam setiap proses mutasi barang.
e. Satuan barang
Satuan barang untuk setiap jenis barang yang dilakukan adjustment (contoh: kilogram, gram, dan atau meter).
f. Jumlah barang
Jumlah barang untuk setiap jenis barang dan satuan barang yang dilakukan adjustment.
g. Saldo awal
Saldo awal barang di lokasi penyimpanan sebelum ditambah jumlah barang masuk dan atau dikurangi jumlah barang keluar.
h. Jumlah pemasukan barang
Jumlah barang untuk setiap satuan barang yang dimasukkan.
i. Jumlah pengeluaran barang
Jumlah barang untuk setiap satuan barang yang dikeluarkan.
j. Penyesuaian (adjustment)
Perbaikan pencatatan atas selisih kurang dan atau selisih lebih barang dengan saldo fisik barang.
k. Saldo akhir
Saldo akhir barang di lokasi penyimpanan setelah saldo awal ditambah jumlah barang masuk dan atau dikurangi jumlah barang keluar.
l. Hasil pencacahan
Jumlah barang hasil pencacahan di lokasi penyimpanan.
m. Jumlah selisih
Hasil pengurangan antara saldo akhir dengan jumlah barang hasil pencacahan.
n. Keterangan
Dapat berupa keterangan apapun selain data yang ada.